0
Sebagian makhluk hidup mengenali kawan atau lawan dari baunya, bagaimana dengan manusia ?
walau dikarunia logika dan pemikiran ternyata mnusia hampir tidak berbeda dengan makhluk lainnya. Bau bisa memberikan efek yang luar biasa bagi seseorang , apakah bau itu bisa memberikan sensasi menennagkan atau malah sebaliknya.
Di jaman yang serba cepat ini, terkadang memang harus memakai parfum untuk menstimulasi bau yang kita inginkan. Tetapi terkadang ( bahkan sering ) parfum tidak memberikan efek yang kita inginkan, mungkin sering dari kita yang menghadapi lawan bicara dengan bau parfum yang menyengat atau tidak sesuai dengan pribadi orang tersebut.
bagaimana memilih parfum yang tepat ?
ini beberapa tips yang saya terjemahkan dari oprah.com
1. Apakah kita harus mencium parfum dari kertas sample atau langsung meneteskan di kulit ?
Sebaiknya memakai kertas sample, karena meneteskan di kulit akan menyebabkan bau akan tetap disana dan sulit untuk memutuskan membeli parfum yang lain. Jangan mencium kertas sampel terlalu dekat atau sampai menempel di hidung. Hirup sejenak lalu menjauh dari kertas itu dan ulangi sampai beberapa kali, jangan menghirup beberapa sampel sekaligus. Bila sudah menemukan parfum yang dicari maka cobalah tes di kulit, lebih baik lagi bila anda bisa meminta sampel untuk di bawa pulang untuk dicoba. Cobalah di pagi hari dan efeknya setiap jam sampai anda merasa harus menggunakannya lagi. Anda tidak harus membeli saat itu juga, parfum yang sesuai akan memberikan efek yang menyenangkan bagi orang- orang di sekitar anda.
2.Apa yang dimaksud top,middle, dan bottom notes ?
Parfum tidak terdiri dari satu larutan terkonsentrasi, tetapi terdiri dari partikel – partikel dengan massa molekul yang berbeda. Top notes adalah fraksi dengan Mr rendah yang langsung akan menguap , sedangkan middle dan bottom akan lebih lama menguap karena Mr yang lebih berat.
Setiap parfum yang baik akan mencantumkan daftar top,mid dan bottom dari notenya. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan bau antara parfum yang baru disemprotkan dengan parfum yang sudah agak lama anda pakai.
3. Apa beda parfum dan eau de toilette ?
Parfum dan eau de toilette berbeda dalam konsentrasinya, parfum ( perfume ) memiliki konsentrasi terlarut lebih banyak . Dalam industri ada banayk variasi konsentrasi dari parfum dan eau de toilette. Biasanya bila parfum mengandung 20 % konsentrasi maka eau de toilette dalam merk yang sama mengandung 10 %, perhatikan pemakaian dari keduanya.
1

( dia yang berbaju kuning dan selalu tersenyum )
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..
Telah meninggal dunia teman kita tercinta Dyan Herdianti hari kamis 12 maret 2009 pukul 9 malam
karena penyakit langka yg menyerang imunitas tubuh..
Kami segenap anggota K-37 mengucapkan turut berbelasungkawa..semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan Dyan ditempatkan di tempat terbaik disisi-Nya..amin..
Alamat duka:jl letjen sutoyo gang 3 malang
berita ini benar-benar mengagetkan dan sedih banget, Dyan yang selalu ceria dan penuh canda juga pinter nyanyi ( seperti mendiang Yahya ) . Kemarin hari sabtu saya bersama moses, anna , dan asih berkesempatan untuk mengucapkan belasungkawa ke Malang.
Setiba disana kami menemui Dennis ( suami dyan ) dan ayahandanya. Mereka terlihat begitu tabah menghadapi cobaan karena kehilangan istri dan anak tercintanya.
Waktu saya melihat album foto dyan dan keluarga ( dyan meninggalkan seorang putri berusia satu setengah tahun ) dan melihat betapa mereka adalah kesempurnaan dan kebahagiaan sebuah keluarga yang menjadi nyata.
Walau kita jarang sekali kontak dengan Dyan ( lewat email, milis atau facebook ), ternyata memang itulah tipikal dari Dyan sendiri. Walau ia tetap melihat perkembangan dari teman-teman tetapi mungkin sekali ia merasa kalau pertemanan bukanlah harus melalui pertemanan maya .
Ia adalah seorang sangat yang menghargai kehidupan nyata, dan saya benar-benar menghormati itu .
Sebelum pulang saya melihat lagi sebuah foto dari dyan yang sedang bersama putrinya dan menunjuk ke kamera, ia begitu ceria dan penuh kehidupan.
Mengapa sekarang ?
entahlah , mungkin inilah misteri kehidupan .
Selamat jalan Dyan Herdyanti………
saya mengupload foto dyan dari milis … thanks buat Ayu
1
Agak ngeri juga membaca artikel di reader digest Asia bulan ini , walaupun kasus ini terjadi tahun 2006 kemarin tetapi perasaaan ngeri masih ada juga.
Sebenarnya masalah apa sih ? secara singkat adalah kasus obat batuk beracun di Panama, korban obat batuk ini mengalami hal-hal mengerikan seperti kegagalan fungsi organ dalam tubuh seperti ginjal, hati dll. Obat batuk yang dimaksud seperti yang sering kita temui dipasaran mengandung glycerin , senyawa yang tidak berbahaya yang sering digunakan sebagai pemanis, di dalamnya. Tetapi di Panama ternyata ada obat batuk yang mengandung DEG dan TEG ( Di dan Tri etylene Glycol ), sebuah zat yang sangat berbahaya bagi tubuh. Zat ini sering digunakan sebagai zat antifreeze, menurunkan titik beku bahan bakar di negara empat musim, tetapi sangat berbahaya bila kontak dengan tubuh.
Adalah Dr. Nector Sosa yang pertama kali mencurigai adanya racun dalam obat , setelah ayahnya sendiri yang baru mengalami pemulihan pasca operasi tiba-tiba menunjukkan penurunan kondisi secara drastis. Korban lainnya menyusul dalam waktu yang singkat dan jumlah pasien dengan gejala sama mencapai 182 orang dan 121 kemudian meninggal dunia. Setelah penelitian intensif dan pengawasan terhadap semua pasien ditemukan kesamaan yaitu semuanya pernah mengkonsumsi obat batuk produksi CSS ( Caja del Seguro Social ) , sebuah sistem kesehatan sosial di panama ( mungkin mirip dengan HMO di US ). Dan setelah di kirim ke CDC ( central for disease control ) di Atlanta ternyata mengandung 8 % DEG. Bahan berbahaya ini ternyata telah mencemari glycerin yang dibeli dari Cina oleh sebuah importir bahan kimia di Panama. Oleh CSS pharmeceutical yang membeli glycerin ini langsung menggunakannya sebagai bahan baku obat batuk, tanpa pengetesan lebih lanjut.
Penyelidikan terus berlangsung atas kasus ini, walaupun di internet saya mendapat kabar bahwa pihak CIna menolak untuk bertanggung jawab terhadap kasus ini dan menyalahkan Panama yang tidak melakukan tes lebih lanjut.
Tetapi menurut saya bagaimana glycerin yang sering digunakan sebagai bahan pemanis dalam obat, sabun, dan barang yang notabene kontak langsung dengan tubuh manusia bisa tercampur dengan DEG ? Bagaimana dengan pengawasan di Indonesia ?


