…Penemuan…
October 23rd, 2008“Penemuan yang sesungguhnya bukanlah berupa penemuan tanah baru, melainkan dalam cara memandang dengan menggunakan mata yang baru”
-Marcel Proust -
“Penemuan yang sesungguhnya bukanlah berupa penemuan tanah baru, melainkan dalam cara memandang dengan menggunakan mata yang baru”
-Marcel Proust -
Di kelas bisnis kapal Windu Karsa Dwitya yang aku naiki dari Bakauheni-Merak kali ini, aku menemukan satu perabot yang bagus. Satu perabot multifungsi yang terdiri dari tempat sampah terpilah untuk 3 jenis sampah, tempat penyimpan tabung pemadam kebakaran, dan bagian atas dibuat untuk menaruh tanaman hias. Di bagian belakang, ada sofa dimana aku gunakan untuk istirahat ketika menghabiskan waktu penyebrangan selama lebih kurang 2,5 jam.
Kapal ini sebelumnya adalah milik negara Jepang (sstt…aku hanya menebak, karena seluruh petunjuk di dalam kapal di tulis dalam bahasa dan tulisan Jepang, dengan translate dalam bahasa Inggris di bawahnya). Dan aku tidak yakin kalau ada orang kita yang membeli dalam keadaan baru, itu makanya aku menduga sebelumnya ini adalah kapal milik Jepang. Selain dari tulisan2, interior dalam kapal ini juga bersih dan menarik. Dan tempat sampah ini adalah bagian yang aku paling tertarik.
Namun, ketika kulongok (baca: mengintip he2) bagian tempat sampahnya di dalamnya, aku membayangkan si desainer pasti akan sangat kecewa (atau malah marah2) jika dia tahu hasil desainnya tidak dimanfaatkan dengan baik disini. 3 bagian ruangan yang seyogyanya untuk menempatkan sampah terpilah, minimal utk 3 jenis sampah yang berbeda yaitu plastik, organik dan kertas (mungkin…), tapi di kapal di Indonesia ini tetap saja semua jenis sampah masuk di ketiga bagian tempat sampah itu!
Pukul 8 malam di hari 24 April 2008, aku sampai di pelabuhan Bakauheni. Setiap kali sampai disini aku selalu menikmati pemandangan di luar bis yang sedang antri. Laut yang indah di waktu malam karena cahaya lampu2 pelabuhan seolah kontras dengan kerasnya hidup yang ditunjukkan oleh ’penghuni2’ pelabuhan ini. Pelabuhan yang tidak hanya diisi oleh kaum2 lelaki namun juga ibu2 yang menjajakan pop mie, air minum mineral dan kopi susu hangat satu persatu menyisir bis yang antri masuk ke kapal. Aku membayangkan mungkin salah satu dari ibu yang menjual pop mie ini memiliki 2 anak perempuan dan 1 laki-laki yang sekarang sedang menunggu di rumah. Mereka makan dengan lauk tempe goreng yang dibeli dari hasil keuntungan menjual pop mie yang masih harus dibagi dengan biaya untuk sekolah dan biaya kontrakan. Aku juga membayangkan kenapa si ibu harus sampai berjualan sampai malam2 di pelabuhan, jangan2 suaminya sudah meninggal, atau sedang sakit sehingga tidak bisa bekerja, atau jangan2 suaminya pergi meninggalkan dia dan anak2 untuk bersama wanita lain. Halah…aku malah mikir yang aneh2. Yang pasti, si ibu mencoba mencari nafkah untuk dirinya sendiri dan untuk keluarganya, dengan cara yang baik memenuhi kebutuhan orang2 yang ’sedikit lapar’ dan ’ingin menghindari masuk angin’ dengan makan atau minum yang hangat2. Dan aku salah satu yang membutuhkannya.
Mengapa aku memilih ‘menikmati‘ situasi ini, karena saat2 ini selalu mengingatkanku untuk selalu mengucap Alhamdulillah dan Istighfar dalam rangka syukurku atas segala apa yang Tuhan berikan, dan merefresh segenap semangat untuk berbuat lebih baik esok hari dan esoknya lagi!
Minggu lalu akhirnya jadi juga aku mendapatkan bibit unggul kelengkeng dengan jenis PINGPONG dan DIAMOND RIVER di daerah agrowisata Pekalongan Lampung Tengah, dan bibit buah belimbing DEWI or BANGKOK di pameran Flora 2008. Sebenarnya masih ada penyesalan knp baru membeli sekarang, dan berikut ini storynya.
Beberapa tahun lalu aku dateng di hari terakhir pameran pembangunan prop Lampung. Dan aku langsung kepincut dengan bibit unggul kelengkeng jenis SUGIRI, yang saat itu cuma tersisa 2 harga @60ribu. Menurut yang jual, kalau ingin yang lebih bagus beli langsung di tempat pembibitannya az karena yg ada pada saat itu udah sisa pilihan, walaupun masih tetap bagus. So, dg rencana ‘aku akan membeli ke tempat pembibitan secepatnya’ aku memutuskan gak jadi beli pada saat itu. Namun setelah kebali ke rutinitas kuliah lagi di Surabaya, aku jadi lupa dengan rencana mencari bibit ke tempat pembibitan yang notabene ada di daerah Lampung Tengah, karena waktu libur ke Lampung terbatas.
Tapi aku tetap belum bisa lupa dg keinginan itu. Sumpah aku menyesal bgt, coba kalau waktu itu aku putuskan untuk membelinya, mungkin sekarang aku udah punya pohon kelengkeng yang berbuah he2…
Ada lagi penyesalan waktu mendapat bibit belimbing bangkok di pameran Trubus sekitar 2 tahun lalu di lapangan Banteng. Dan karena sesuatu hal aku gak jadi membawanya ke Lampung tapi ditanam di tj Priuk, dan ternyata sekarang pohonnya udah berbuah beberapa kali, padahal cuma di tanem di pot, hiks…dan gak mungkin di bawa skrg karena udah besar. Btw aku pengen bgt punya pohon ini karena kepincut dg satu petani belimbing BANGKOK di Depok, dimana setiap melewati rumahnya yang dikelilingi puluhan pohon belimbing yang menggiurkan karena warna dan besarnya itu, aku selalu berkata dalam hati “aku harus bisa dapet bibit pohon dari yg punya”, tapi gak pernah kesampaian:-/
Tapi minggu lalu alhamdulillah, aku udah dapet bibit kedua pohon buah itu.
Kelengkeng yg jenis PINGPONG dengan harga bibit @100ribu, spesifikasinya sudah dapat berbuah setelah umur 1 tahun dan tidak musiman, so akan berbuah terus menerus sepanjang tahun dengan ukuran buah besar2 mendekati bola pingpong, itu sebabnya diberi nama PINGPONG.
Yang jenis DIAMOND RIVER dengan harga bibit @50ribu, spesifikasinya dapat berbuah maksimal setelah umur 2 tahun tapi musiman, dan buahnya tidak sebesar yang jenis PINGPONG.
Oh ya, bibit ini ada sertifikatnya loh, so bergaransi kalau tidak berbuah setelah jangka waktunya maka uang akan dikembalikan or ganti bibit. Kalopun gk berbuah kayaknya gk mungkin deh ya aku mo capek2 kesana lagi setelah waktu 1 tahun…he2. Aku sih nanem dengan bismillah az, semoga bisa hidup dan berbuah.
Dan sekarang aku sudah punya masing2 3 pohon kelengkeng PINGPONG & DIAMOND RIVER, 1 pohon belimbing BANGKOK dan 1 pohon jambu air JAMAICA. Semoga bisa tumbuh dengan baik seterusnya. Kalo rambutan dan mangga masing2 sudah ada 4 pohon di sekeliling rumah dan sudah berbuah, karena yang rambutan bahkan ada yg umurnya lbh tua dari aku. Kenapa aku lbh suka nanem pohon buah, karena seru az n bisa dimakan he2. N pengen bgt bisa punya kebun buah gitu di sekeliling rumah. Nanem bunga sih seneng juga, punya beberapa koleksi tp cuma utk menghijaukan rumah az.
“Barangsiapa di antara orang Islam yang menanam tanaman maka hasil tanamannya yang dimakan akan menjadi sedekahnya, dan hasil tanaman yang dicuri akan menjadi sedekah. Dan barangsiapa yang merusak tanamannya, maka akan menjadi sedekahnya sampai hari Kiamat.” (HR. Muslim)
Longwiken kmrn coba bbrp resep baru. Udah coba beberapa resep brownies kukus, tp resep ini menurutku yg paling ok. Simple bahan dan caranya, tp nyummmy banget. Kalau ada yg pgn nyoba, dijamin gak bakalan nyesel (kalo nyesel ya gpp juga he2..)
Bahan:
Telur 6 butir
Gula 225 gram
Vanili secukupnya
Garam secukupnya
Emulsifier 1/2 sdt teh (buat yg gk familiar, emulsifier tuh alias SP)
Terigu 125 gram, ayak, aduk rata dg coklat bubuk
Coklat bubuk 50 gram, ayak, aduk rata dg terigu
Minyak 175 ml
Dark Cooking Cokelat 100 gram, lelehkan (ditim yach), setelah agak anget campur dg minyak
Susu Kental Manis (SKM) 75 ml
Cara:
Kocok telur dan gula hingga mengembang, masukkan campuran tepung terigu dan cokelat bubuk. Aduk perlahan hingga rata. Masukkan campuran minyak dan coklat leleh, aduk hingga rata. Sisihkan sepertiga bagian adonan, beri SKM (susu kental manis), aduk rata.
Bagi 2 adonan tanpa SKM, bagian I kukus selama 10 menit, tambahkan adonan dg SKM selama 10 menit, terakhir masukkan adonan sisa tanpa SKM, lanjutkan mengukus selama kurang lebih 20 menit. Angkat:)
Kalo mo buat tamu, bisa dihias dengan dark ccooking coklat plus mentega yg dilelehkan.
Btw, tadi aku juga coba tambahkan keju cheddar parut pada lapisan paling akhir. Ternyata ok juga, n keluargaku jadi lbh suka coz ada taste yg beda az!
Hari ini adalah Hari Perempuan Internasional, demi Tuhan aku baru tahu kalo ada peringatan Hari Perempuan selama ini. Setahuku hari ini special karena satu sobatku ulang tahun (just send a greeting via sms this murning) he2..n selama ini aku cuma tahu peringatan Hari Kartini 21 April & Hari Ibu pada 22 Desember, gak gaul bgt yach???
Anyway, aku jadi penasaran juga dg ‘hari ini’, apa yg terjadi pada tgl ini & sejak kapan diperingati, trus apa yg dilakukan n ada semangat apa sih ke depannya (secara aku termasuk dalam kata ‘PEREMPUAN’ di dunia ini..), jadi wajar dung kalo pengen tahu..
Ternyata, penetapan 8 Maret itu berawal dari aksi pekerja2 perempuan sektor tekstil di New York, Amerika Serikat, pada tahun 1908. Pada waktu itu yang turun ke jalan mayoritas buruh perempuan. Tuntutan mereka tidak sekedar perbaikan upah tetapi juga menolak diskriminasi di tempat kerja. Peristiwa itu
kemudian membuka mata banyak orang bahwa hak-hak perempuan juga penting disuarakan dan menginspirasi mereka sehingga mulailah hari itu diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional.
Aku jd ikut membayangkan, pada tahun 1908 tentu sangat berbeda dg sekarang. Di era keterbukaan sperti skrg, kalau ada kelompok yang turun ke jalan tentulah kita tidak kaget, even jika aksi itu dilakukan oleh kaum perempuan. Tapi di tahun 1908, aku membayangkan pastilah ada banyak ‘tantangan’ yang dihadapi oleh kaum perempuan di sana pada saat itu. Jangankan pada tahun 1908, sebelum 1998 saja di negara kita ‘cukup sangat aman’ dari demonstrasi. So, wajar bgt sih kalo aksi kaum perempuan pada thn 1908 itu diapresiasi dan diperingati sbg
pembuka pergerakan kaum perempuan sedunia.
Namun aku (=kita) yg beruntung terlahir di jaman jauh setelah RA Kartini membuka jalan bagi perempuan2 di Indonesia bukan berarti tidak memiliki tantangan, karena ternyata tantangan kita juga besaaaar bgt di era sekarang. Bayangpun sampai hari ini kita masih az denger isu KDRT, human trafficking dll. Belum lagi ibu2 yg meminta2 di jembatan penyeberangan or lampu merah, tentu ada masalah dg pendidikan dan jg mental yg harus dibenahi. Trus juga bnyk bgt ibu2 kita yg jd TKW di negri org. Dan bukan cuma masalah yg dialami oleh yg kaum perempuan berekonomi lemah, namun ada juga kaum perempuan yg punya kesempatan pendapat pendidikan lbh tinggi tapi masih juga memanfaatkan ‘keperempuanannya’ sbg alat utk meraih sesuatu dg jalan ‘yg kurang pantas’ (sometimes malu juga ketika ada teman pria yg mengeluhkan ttg hal ini).
Masih harus disadari dan diakui bahwa perjuangan ibu RA Kartini dan juga ibu2 yg lain pada jaman dulu, ternyata masih belum cukup utk membangun kesetaraan perempuan seperti yg kita semua cita2kan. Aku pribadi sangat2 memimpikan perempuan2 di Indonesia bisa lebih berdaya dan mengoptimalkan segala yang sudah Allah anugrahkan kepada kita semua!! Dan pemerintah juga harus malu (bukan bangga) kalau ekspor TKW kita meningkat setiap tahunnya!!
Pertanyaannya, aku (=kita) bisa berbuat apa nih??
Pagi ini bangun dg perasaan galau yg gak karu karuan. Baca sms yg gak membuat better feeling pula. Tapi siang ini ada jadwal ‘meeting‘ dg petani & teman seperjuangan di kebun sorghum, so harus tetap semangat.
n ternyata Sang Maha tuh emang super duper kreatif banget utk membuat kita merasakan sesuatu yg bertolak belakang dalam waktu yg sangat singkat.
Mengutip apa yg dikatakan Rumi:
Hanya Dia yang berhak merusak, karena hanya Dia yang berkuasa memperbaiki.
Dialah yang mengetahui bagaimana cara mempersatukan, mengetahui bagaimana cara memecah belah.
Apapun yang Dia jual, Dia membeli barang yang lebih baik sebagai ganti.
Dia menghancurkan rumah, lalu dalam sekejap Dia menjadikannya lebih nyaman daripada sebelumnya.
n sekaligus mengutip penjelasan tentang hal di atas: Kita tahu bahwa kita dibalikkan dari satu perasaan ke perasaan lain dan kita diajari melalui hal yang bertentangan dan berbeda. Kita terkadang perlu dikejutkan dari rasa puas diri dan kelalaian kita supaya mengetahui realitas cinta.
Btw, aku bukannya yang paham dg semua yg dikatakan oleh Rumi, cuma bagian ini az yg ‘agak pas’ n ’sepertinya bisa aku pahami’ (baru seperti coz aku jg gak tahu apakah penafsiranku bener).
anyway, kembali ke perasaanku hari ini……tiba2 jam 9.30 tadi ada satu petani jamur yg bbrp bulan terakhir aku ‘dampingi’ untuk mengajukan kredit ke bank memberi kabar baik kalau pengajuan yg selama ini dipending hampir 7 bulan oleh bank dg alasan yg gak jelas & sempat membuat patah semangat ternyata disetujui n InsyaAllah bisa cair hari senin depan. Surprised bgt. Alhamdulillah. Cuma bisa berharap, semoga kreditnya bisa berkah buat mereka n bisa membawa kebaikan utk lebih banyak orang:-)
Awalnya sempat bertanya2 kenapa setelah selesai transaksi di ATM sekarang ada opsi utk cetak receipt atau tidak, seingatku kalau dulu langsung az si ATM keluarin receipt transaksi. Ternyata mungkin nyambungnya ke usaha menekan si GLOBAL ‘WARNING’ WARMING.
N berikut info pentingnya:
Be Green on ATM? Kalau di beberapa ATM seperti BCA or BNI kan ada yang ambil duit gak pake receipt tuh…or be smart dong…transfer lewat internet banking atau mobile banking….coz ternyata 8 MILIAR kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap tahun adalah salah satu sumber sampah terbesar di dunia. Kalau selama setahun orang transaksi gak pake kertas receipt, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari garis equator sampe 15 kali…gak nyangka yach??ckckck:-)
Hari ini aku aku ingin memasak, ingin mencoba satu resep baru plus modifikasi dariku sendiri, tapi jangan diartikan aku memodifikasi seperti ibu Siska di indosiar or Rudi Choirudin yach..tapi lebih kpd menyesuaikan dg apa yg ada di kulkas:-)
Selanjutnya kuputuskan utk memasak pepes jamur, n berikut resep hasil modifikasiku:
Bahan:
Jamur kancing 250 gr (potong sesuai selera)
Ati ampela ayam 5 pasang
Telur 1-2 butir
Daun kemangi sesuai selera
Daun bawang (iris 1 cm)
Cabe merah 5 buah (iris serong)
Cabe hijau 5 buah (iris serong)
Tomat hijau 2 buah (potong dadu)
daun salam 5 lmbar
batang sereh 3 batang
daun pisang untuk membungkus
Bumbu halus:
bawang merah 8 siung
bawang putih 5 siung
kemiri 5 butir
cabe rawit 10 buah (sesuai selera)
cabe merah 5 buah
kunyit 2 cm
garam sckpnya
royco (or terserah)
Apalagi yach…kyaknya sih udah semua aku tulis:)
Caranya: campur semua bahan, bungkus dalam daun pisang, semat & kukus selama 40 menit. (Bisa jadi 10 bungkus tuh, or sesuai selera masing2 mo dibungkus seperti apa). Dan setelah dingin, sajikan.
Dan ternyata rasanya, wow, luar biasa, ternyata aku bisa masak jg loh!
Plastik, sesuatu yang amat sangat akrab dg kehidupan kita sehari2. Kalau pernah melewati TPS atau TPA, akan banyak sekali kita lihat sampah plastik menumpuk disana. Dan sometimes kita suka ’sok cuek’ dengan pura2 tidak menyadari dampak negatif yang ditimbulkan jika kita tidak arif dalam menggunakannya. Maksudnya kita tahu bahwa plastik berbahaya bagi lingkungan, tapi merasa tidak tahu harus gmn, karena memang kita sangat membutuhkannya. Seperti juga aku, aku merasa plastik tuh praktis bgt utk membungkus2 or membawa sesuatu. Dan sementara ini cm bisa berusaha minimizing pemakaian, n terus mengulang membaca ‘hal2 yang benar’ di bawah ini utk memotivasi diri he2..(pelajaran SD euy!)
1. Saat kita membuang plastik & apapun yang terbuat dari plastik (misalnya: tas plastik, permen atau bungkus camilan, styrofoam, bahan kemasan spon, dll) akan memerlukan waktu sekitar 200 sampai 400 tahun bagi plastik tersebut untuk terurai.
(Coba bayangkan, jika kita membuang bungkus permen hari ini, dan jika nasib si bungkus permen tadi tidak tertangani dalam incenerator, maka itu baru akan hancur 200-400 thn lagi, dimana mungkin tulang2 kita juga sudah gak putih lagi warnanya di dalam tanah, wuiiii…).
2. Membakar plastik melepaskan sampah beracun berbahaya ke atmosfir dan kemudian ke udara yang kita hirup. Menghirup polusi ini dapat menimbulkan dampak negatif serius pada kesehatan kita, termasuk melemahkan sistem kekebalan tubuh dan kanker paru-paru.
(Selama ini aku memilih untuk membakarnya, karena pilihan lainnya adalah dibuang ke alam, secara notabene aku masih tinggal di kampung dmana sampah tidak ada yg menangani sperti di kota. So aku n keluarga mengira inilah langkah terbaik dalam menangani sampah plastik. Tapi ternyata ini juga salah, padahal kami juga udah nyaranin ke tetangga2 utk melakukan hal yg sama coz banyak yang masih membuangnya di sungai, so mesti gimana dung??)
3. Jika kita membuang sampah organik yang masih terbungkus plastik atau dalam tas plastik, sampah tersebut tidak akan dapat terurai. Jadi kita harus pastikan mengeluarkan sampah organik kita keluar dari tempat plastiknya sebelum membuangnya.
(Kalo yang ini sih amat sangat mudah kita lakukan, setuju kan??)
Dan aku juga suka bertanya2 sendiri, kira2 ini termasuk ‘dosa’ gak yach? secara telah bertahun2 kita (=ada yg komplain, inikan tanggung jawab pemerintah, but menurutku kita secara personal juga harus bertanggung jawab karena kitapun punya kontribusi disitu) melakukan sesuatu yang ‘tidak baik’ terhadap alam yang diciptakan-Nya untuk kita manfaatkan dan kita jaga sebaik2nya, tapi kita malah cemari tanah, udara dan air dengan sampah plastik kita hiks3..:)
Tapi kita gak boleh patah semangat, minimal kita bisa coba kurangi konsumsi plastik dari diri kita sendiri, dan kita bisa pake TAS KAIN sbg penggantinya. Or kalau yg punya modal bisa ikut mengolah sampah plastik, seperti yang dilakukan pendaur2 plastik, salah satunya pa Baedowy dari PT Majestic Buana di Bekasi, n walupun kesannya ‘agak bau’ tapi ternyata keuntungannya besar jg loh (aku udah pernah visit kesana bareng dg org2 KLH). Beliau juga sudah membuka kemitraan dg orang di seluruh Indo.
-n kayaknya no other words but start to use ‘TAS KAIN’ (ikut2 kampanye nih he3…Caiyo3!!!)-