8 Maret

No Gravatar

Hari ini adalah Hari Perempuan Internasional, demi Tuhan aku baru tahu kalo ada peringatan Hari Perempuan selama ini. Setahuku hari ini special karena satu sobatku ulang tahun (just send a greeting via sms this murning) he2..n selama ini aku cuma tahu peringatan Hari Kartini 21 April & Hari Ibu pada 22 Desember, gak gaul bgt yach???

Anyway, aku jadi penasaran juga dg ‘hari ini’, apa yg terjadi pada tgl ini & sejak kapan diperingati, trus apa yg dilakukan n ada semangat apa sih ke depannya (secara aku termasuk dalam kata ‘PEREMPUAN’ di dunia ini..), jadi wajar dung kalo pengen tahu..

Ternyata, penetapan 8 Maret itu berawal dari aksi pekerja2 perempuan sektor tekstil di New York, Amerika Serikat, pada tahun 1908. Pada waktu itu yang turun ke jalan mayoritas buruh perempuan. Tuntutan mereka tidak sekedar perbaikan upah tetapi juga menolak diskriminasi di tempat kerja. Peristiwa itu
kemudian membuka mata banyak orang bahwa hak-hak perempuan juga penting disuarakan dan menginspirasi mereka sehingga mulailah hari itu diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional.

Aku jd ikut membayangkan, pada tahun 1908 tentu sangat berbeda dg sekarang. Di era keterbukaan sperti skrg, kalau ada kelompok yang turun ke jalan tentulah kita tidak kaget, even jika aksi itu dilakukan oleh kaum perempuan. Tapi di tahun 1908, aku membayangkan pastilah ada banyak ‘tantangan’ yang dihadapi oleh kaum perempuan di sana pada saat itu. Jangankan pada tahun 1908, sebelum 1998 saja di negara kita ‘cukup sangat aman’ dari demonstrasi. So, wajar bgt sih kalo aksi kaum perempuan pada thn 1908 itu diapresiasi dan diperingati sbg
pembuka pergerakan kaum perempuan sedunia.

Namun aku (=kita) yg beruntung terlahir di jaman jauh setelah RA Kartini membuka jalan bagi perempuan2 di Indonesia bukan berarti tidak memiliki tantangan, karena ternyata tantangan kita juga besaaaar bgt di era sekarang. Bayangpun sampai hari ini kita masih az denger isu KDRT, human trafficking dll. Belum lagi ibu2 yg meminta2 di jembatan penyeberangan or lampu merah, tentu ada masalah dg pendidikan dan jg mental yg harus dibenahi. Trus juga bnyk bgt ibu2 kita yg jd TKW di negri org. Dan bukan cuma masalah yg dialami oleh yg kaum perempuan berekonomi lemah, namun ada juga kaum perempuan yg punya kesempatan pendapat pendidikan lbh tinggi tapi masih juga memanfaatkan ‘keperempuanannya’ sbg alat utk meraih sesuatu dg jalan ‘yg kurang pantas’ (sometimes malu juga ketika ada teman pria yg mengeluhkan ttg hal ini).

Masih harus disadari dan diakui bahwa perjuangan ibu RA Kartini dan juga ibu2 yg lain pada jaman dulu, ternyata masih belum cukup utk membangun kesetaraan perempuan seperti yg kita semua cita2kan. Aku pribadi sangat2 memimpikan perempuan2 di Indonesia bisa lebih berdaya dan mengoptimalkan segala yang sudah Allah anugrahkan kepada kita semua!! Dan pemerintah juga harus malu (bukan bangga) kalau ekspor TKW kita meningkat setiap tahunnya!!

Pertanyaannya, aku (=kita) bisa berbuat apa nih??

2 Responses to “8 Maret”

  1. sudi Says:

    kunjungi blog yang gw maintain: GSPB Bekasi (http://solidaritas-buruh.blogspot.com) untuk berita-berita aksi Hari Perempuan Sedunia (IWD) 2008. terima kasih.

  2. Arie Says:

    thx mas Sudi…jadi inget waktu masih gawe di pabrik dulu.

Leave a Reply