Archive for the 'Be Green…' Category

Naksir Perabot!

May 10th, 2008 by arie in Be Green... and Catatanku..

No Gravatar

Di kelas bisnis kapal Windu Karsa Dwitya yang aku naiki dari Bakauheni-Merak kali ini, aku menemukan satu perabot yang bagus. Satu perabot multifungsi yang terdiri dari tempat sampah terpilah untuk 3 jenis sampah, tempat penyimpan tabung pemadam kebakaran, dan bagian atas dibuat untuk menaruh tanaman hias. Di bagian belakang, ada sofa dimana aku gunakan untuk istirahat ketika menghabiskan waktu penyebrangan selama lebih kurang 2,5 jam.

Kapal ini sebelumnya adalah milik negara Jepang (sstt…aku hanya menebak, karena seluruh petunjuk di dalam kapal di tulis dalam bahasa dan tulisan Jepang, dengan translate dalam bahasa Inggris di bawahnya). Dan aku tidak yakin kalau ada orang kita yang membeli dalam keadaan baru, itu makanya aku menduga sebelumnya ini adalah kapal milik Jepang. Selain dari tulisan2, interior dalam kapal ini juga bersih dan menarik. Dan tempat sampah ini adalah bagian yang aku paling tertarik.

Namun, ketika kulongok (baca: mengintip he2) bagian tempat sampahnya di dalamnya, aku membayangkan si desainer pasti akan sangat kecewa (atau malah marah2) jika dia tahu hasil desainnya tidak dimanfaatkan dengan baik disini. 3 bagian ruangan yang seyogyanya untuk menempatkan sampah terpilah, minimal utk 3 jenis sampah yang berbeda yaitu plastik, organik dan kertas (mungkin…), tapi di kapal di Indonesia ini tetap saja semua jenis sampah masuk di ketiga bagian tempat sampah itu!

Be Green on ATM

February 25th, 2008 by arie in Be Green... and Catatanku..

No Gravatar

Awalnya sempat bertanya2 kenapa setelah selesai transaksi di ATM sekarang ada opsi utk cetak receipt atau tidak, seingatku kalau dulu langsung az si ATM keluarin receipt transaksi. Ternyata mungkin nyambungnya ke usaha menekan si GLOBAL ‘WARNING’ WARMING.

N berikut info pentingnya:

Be Green on ATM? Kalau di beberapa ATM seperti BCA or BNI kan ada yang ambil duit gak pake receipt tuh…or be smart dong…transfer lewat internet banking atau mobile banking….coz ternyata 8 MILIAR kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap tahun adalah salah satu sumber sampah terbesar di dunia. Kalau selama setahun orang transaksi gak pake kertas receipt, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari garis equator sampe 15 kali…gak nyangka yach??ckckck:-)

Kebenaran PLASTIK

February 19th, 2008 by arie in Be Green... and Catatanku..

No Gravatar

Plastik, sesuatu yang amat sangat akrab dg kehidupan kita sehari2. Kalau pernah melewati TPS atau TPA, akan banyak sekali kita lihat sampah plastik menumpuk disana. Dan sometimes kita suka ’sok cuek’ dengan pura2 tidak menyadari dampak negatif yang ditimbulkan jika kita tidak arif dalam menggunakannya. Maksudnya kita tahu bahwa plastik berbahaya bagi lingkungan, tapi merasa tidak tahu harus gmn, karena memang kita sangat membutuhkannya. Seperti juga aku, aku merasa plastik tuh praktis bgt utk membungkus2 or membawa sesuatu. Dan sementara ini cm bisa berusaha minimizing pemakaian, n terus mengulang membaca ‘hal2 yang benar’ di bawah ini utk memotivasi diri he2..(pelajaran SD euy!)

1. Saat kita membuang plastik & apapun yang terbuat dari plastik (misalnya: tas plastik, permen atau bungkus camilan, styrofoam, bahan kemasan spon, dll) akan memerlukan waktu sekitar 200 sampai 400 tahun bagi plastik tersebut untuk terurai.
(Coba bayangkan, jika kita membuang bungkus permen hari ini, dan jika nasib si bungkus permen tadi tidak tertangani dalam incenerator, maka itu baru akan hancur 200-400 thn lagi, dimana mungkin tulang2 kita juga sudah gak putih lagi warnanya di dalam tanah, wuiiii…).

2. Membakar plastik melepaskan sampah beracun berbahaya ke atmosfir dan kemudian ke udara yang kita hirup. Menghirup polusi ini dapat menimbulkan dampak negatif serius pada kesehatan kita, termasuk melemahkan sistem kekebalan tubuh dan kanker paru-paru.
(Selama ini aku memilih untuk membakarnya, karena pilihan lainnya adalah dibuang ke alam, secara notabene aku masih tinggal di kampung dmana sampah tidak ada yg menangani sperti di kota. So aku n keluarga mengira inilah langkah terbaik dalam menangani sampah plastik. Tapi ternyata ini juga salah, padahal kami juga udah nyaranin ke tetangga2 utk melakukan hal yg sama coz banyak yang masih membuangnya di sungai, so mesti gimana dung??)

3. Jika kita membuang sampah organik yang masih terbungkus plastik atau dalam tas plastik, sampah tersebut tidak akan dapat terurai. Jadi kita harus pastikan mengeluarkan sampah organik kita keluar dari tempat plastiknya sebelum membuangnya.
(Kalo yang ini sih amat sangat mudah kita lakukan, setuju kan??)

Dan aku juga suka bertanya2 sendiri, kira2 ini termasuk ‘dosa’ gak yach? secara telah bertahun2 kita (=ada yg komplain, inikan tanggung jawab pemerintah, but menurutku kita secara personal juga harus bertanggung jawab karena kitapun punya kontribusi disitu) melakukan sesuatu yang ‘tidak baik’ terhadap alam yang diciptakan-Nya untuk kita manfaatkan dan kita jaga sebaik2nya, tapi kita malah cemari tanah, udara dan air dengan sampah plastik kita hiks3..:)

Tapi kita gak boleh patah semangat, minimal kita bisa coba kurangi konsumsi plastik dari diri kita sendiri, dan kita bisa pake TAS KAIN sbg penggantinya. Or kalau yg punya modal bisa ikut mengolah sampah plastik, seperti yang dilakukan pendaur2 plastik, salah satunya pa Baedowy dari PT Majestic Buana di Bekasi, n walupun kesannya ‘agak bau’ tapi ternyata keuntungannya besar jg loh (aku udah pernah visit kesana bareng dg org2 KLH). Beliau juga sudah membuka kemitraan dg orang di seluruh Indo.

-n kayaknya no other words but start to use ‘TAS KAIN’ (ikut2 kampanye nih he3…Caiyo3!!!)-