sicko
Seorang pasien rumah sakit Adam Malik dibuang oleh pihak rumah sakit dan dalam keadaan tidak berdaya ia tergeletak di sebuah trotoar di depan rumah warga. Diduga pasien ini tidak lagi mempunyai biaya atau keluarga yang membiayai sehingga pihak rumah sakit memutuskan untuk membuang si pasien.
Mendengar berita ini tadi malam di Metro Tv rasanya seperti mengingatkan beberapa tahun lalu ketika saya melihat fim dokumenter besutan Nichael Moore ” sicko ” . Film ini walaupun dibuat di negara maju tetapi menggambarkan bagaimana kejamnya dunia kesehatan apabila sudah dikuasai oleh tangan-tangan kapitalis. Institusi yang seharusnya menomorsatukan pelayanan dan uluran tangan menjadi instistusi corporasi yang hanya ingin mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Dokter-dokter yang ingin lebih kaya lagi , perusahaan obat-obatan raksasa yang ingin menjadi lebih besar lagi dan ribuan pihak diantara mereka yang juga ingin mengeruk keuntungan dari si sakit. Perusahaan farmasi yang memberikan insentif pada para dokter agar memakai obat mereka lalu karena tidak mau rugi mereka membebankan semua biaya tersebut pada harga jual obat.
Di Amerika yang menganggap pengobatan kolektif dari pemerintah adalah peninggalan negara komunis memilih menggunakan HMO ( Health management Organization ) untuk menjembatani dan memfasilitasi kebutuhan kesehatan masyarakat. Organisasi yang dulunya bertujuan mulia ( memberikan pengobatan terbaik pada rakyat ) ternyata dengan cepat menjadi korporasi raksasa yang melibatkan perusahaan asuransi, rumah sakit , dokter, farmasi dalam suatu konspirasi tak tertandingi dan “lawan” mereka adalah para pasien yang tidak berdaya. Orang-orang yang tidak dibackup asuransi bagi merrka adalah tidak lebih dari mangsa yang bila jatuh sakit akan jatuh ke perangkap. Sedangkan yang ikut dalam asuransi adalah penyumbang darah yang nantinya seringkali ditinggalkan ( hampir 90 % klaim ditolak pada saat awal pengajuan ).
Tampaknya di indonesia hal ini mulai terlihat , pembuangan pasien dan penelantaran seperti yang terjadi kemarin atau di rumah sakit terbesar di jakarta beberapa waktu lalu adalah bukti nyata.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply