Archive for September, 2008

Setelah sekitar sebulan liburan dirumah, akirnya kembali juga untuk memulai beraktivitas. Pada saat pulang, banyak hal yang tak bisa dilupakan, mulai perasaan bahagia sampai sedih,,betapa tidak, ada saudara yang kecelakaan dan akirnya meninggal, begitu juga dengan nenekku yang ada tinggal 1, akirnya telah berpulang juga ke rahmatulloh,,tapi alhamdulilah, masih diberi kesepatan untuk bertemu dengan beliau sebelum meninggal dan juga masih diberi kesempatan untuk merawat jenazah beliau sebelum dikebumikan….cerita bahagainya juga banyak sih, mulai jalan2 ama nyonya tiap hari, pergi kerumah mertua dan banyak lagi hal-hal indah yang tidak bisa dilupakan bersama nyonya..

kembali ke topik awal, setelah sbulan tiadak bersentuhan dengan buku dan experimnet, akirnya aku gak bisa mengelak lagi,,data sudah ditunggu prof, dan yang masih pusing lagi masih ada tanggungan kuliah 6 sks…ini yang bikin menyita banyak waktu juga…mudah2an baik experiment maupun kuliah bisa lancar dan bisa lulus dengan tepat waktu…amien…..

CUKUP …..??

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.
Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang
tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si
petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya,
sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si
petani mengucapkan kata “cukup”.

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas
berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember
Untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh,
dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi
semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh
rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar
untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan
mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati
tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah
bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali
adalah kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan
sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya
masih dibawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti
berusaha dan berkarya.
“Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg
dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita
melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum
kita dapatkan.
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit
berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri
kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Jadi Belajarlah untuk berkata “Cukup