Archive for the Uncategorized Category
Alhamdulliah ..hari ini adalah ujian terakir disemester ini,,sayangnya aku masih ada 2 mata kuliah yang harus aku ambil smemster depan,,,,sebuah perjuangan nih,,,
SEmeester ini aku ambil cuma 3 mata kuliah : experimental design, Advance Thermodynamic and Microbiology…Mudah2an, Ketiganya bisa lulus dan mendapatkan nilai yang bagus, sehingga beasiswa tahun depan bisa diperpanjang..amien…Makasih juga buat orang tua,dinda,saudara dan teman2 semuanya yang sudah mendoakan supaya bisa lancar dan diberikan kemudahan oleh Alloh dalam segala urusan..semoga doa kalian semua dapat dikabulkan..Amien..Sekarang masih harus berjuang mengerjakan thesis suapay bisa dapat izin pulang ke indonesia pada summer break ini…..Cai Yoooo….
No Comments »
Ada apa dengan hualian?…itulah pertanyaan yang ada dibenakku,,,Akirnya kuputuskan untuk ikut tour yang diselenggarakan NTUST-ISA. Sebenarnya tour ini sudah lama banget, karena sibuk ujian dan presentasi, akirnya baru smepat nulis sekarang..gak papa telat daripada gak nulis…Kebetulan juga bayarnya murah banget, Hanya 200 NTD aja, sudah termasuk sarapan pagi dan maem siang. Walaupun waktu itu hari seninnya aku harus presentasim, tapi aku pikir akan lebih baik pergi dengan teman2 yang lain,,rame-reme…..kita kumpul jam 5 pagi didepan perpustaakan kami…sekitar 42 orang yang ikut, Tapi sayang bus yang kami tumpangi hanya muat untuk 40 orang, dan setelah melobi sopirnya, ternyata kami gak berhasil..dengan sangat terpaksa 2 diantara kami harus merelakan untuk tidak ikut dalam tour ini
kurang lebih 4 jam perjalan yang kami tempuh, dengan jalan yang berkelok2, keluar masuk terowongan …dalam hati hebata banget ya taiwan nih..masak bukit dibelah diwahnya lalu dibuatkan terowongan dibawahnya..sungguh suatu pekerjaan besar pada saat itu, tapi ini sangatlah effisien dan menyingkat banyak waktu, daripada harus menaiki dan mngitari berpuluh2 bukit disana, dalam perjalanan yang panjang itu, teman kami ada yang kebelet ke kamar mandi, tapi apa mau dikata, kita tidak bisa berhenti disembarang tempat…karena jalan yang kami lalui adalah bukit..
Sekitar pukul 9.15 kami sampai di taroko national park. Disini kita bisa melihat2 indhanya pemandangan pegununghan, dengan teping yang menjulang tinggi dikanan kiri jalan yang kami lalui, sebuah pemandangan yang menakjubkan,,inilah kuasa sang pencipta, dengan melewati berratus2 tikungan dan terowongan untuk bisa mengitari taroko park ini..pokoknya pemnadangan yang tidak bisa dilupakan deh..
Setelah puas berjalan-jalan disekitar bukit dan kayak kuil yang ada dipuncak bukit, kami istirahat untuk makan siang dan solat dan setelah itu, perjalan kami lanjutkan kembali mengitari taroko park, Kita sampai apada sebuah tempat yang mirip gua, dan banyak kayak stalaktit dan stalakmit yang ada disana, dibawah kami tebing yang menujlam tinggi dan jurang yang curam sekali dibawahnya mengalir sebuah sungai yang cukup deras…subhanalooh, sebuah pemandangan yang tiada tandingnya..Setelah itu kami berencana melanjutkan perjalan ke hulain, yaitu sebuauh pantai yang ada disekitar taroko, kurang lebih 30 menit kami sampai dihualian, pantainya sih gak begitu bagus, masih kalah bagus ama pantai ye luio..apalagi pantai kuta..he..he..pengunjungnya juga gak begitu rame….akirnya kami putuskan jam 5 balik ke taipe, dan sekitar jam 8.20 kami smapai tiba dikampus lagi…sayangnya kantin udah tutup…kamipun cuma makan mie aja…apes deh….
No Comments »
Suatu ke tika, ada seorang anak wa nita bertanya ke pada
Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya
sedang mengusap wajahnya yang mulai ber ke rut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.
Anak wa nita itu bertanyapada ayahnya:
“Ayah , mengapa wajah Ayah kian ber ke rut-merut dengan
badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikianpertanyaannya,ke tika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban
Ayahnya. Anak wa nita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.”
Dengan ke rut- ke ning karena jawaban Ayahnya membuatnya
tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu Dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, ke mudian Ayahnya mengatakan :
“Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.”
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wa nita itu tambah
ke bingungan.Karena penasaran, ke mudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya : “Ibu mengapa wajah ayah menjadi ber ke rut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada ke luhan dan rasa sakit?”
Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar
benar bertanggung jawab terhadap ke luarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban Sang Bunda.
Anak wa nita itupun ke mudian tumbuh menjadi dewasa,tetapi
dia tetap saja penasaran.Hingga pada suatu malam, anak wa nita itu bermimpi. Didalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.
“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin
ke luarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar ke luarganya merasa aman teduh dan terlindungi. ”
“Ku-ciptakan bahunya yang ke kar & berotot untuk membanting
tulang menghidupi seluruh ke luarganya & ke gagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh ke luarganya. ”
“Ku-berikan ke mauan padanya agar selalu berusaha mencari
sesuap nasi yang berasal dari tetesan ke ringatnya sendiri yang halal
dan bersih, agar ke luarganya tidak terlantar, walaupun seringkali
dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. ”
“Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi ke luarganya dia merelakan kulitnya
tersengat panasnya matahari, demi ke luarganya dia merelakan badannya basah kuyup ke dinginan karena tersiram hujan dan
hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi ke luarganya &yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti ke datangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”
“Ku berikan ke sabaran, ke tekunan serta ke uletan yang
akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing
ke luarganya tanpa adanya ke luh ke sah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya ke letihan dan ke sakitan ke rap kali menyerangnya. ”
“Ku berikan perasaan ke ras dan gigih untuk berusaha berjuang
demi mencintai & mengasihi ke luarganya, didalam kondisi & situasi
apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai
perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itupula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana
anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang
memberikan ke nyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara.”
“Ku-berikan ke bijaksanaan & ke mampuan padanya untuk
memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang
setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali ke bijaksanaannya itu akan menguji setiap ke setiaan yang diberikan ke pada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi.”
“Ku-berikan ke rutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-
laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &
menemukan cara agar ke luarganya bisa hidup di dalam ke luarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar apat membuktikan,bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh ke luarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, ke kuatannya, keletannya demi ke langsungan hidup keluarganya. ”
“Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai
Pemimpin ke luarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat
dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah ke lebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat.”
Terbangun anak wa nita itu, dan segera dia berlari,berlutut
& berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik
Ayahnya yang sedang berdoa, ke tika Ayahnya berdiri anak wa nita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya.
” AKU MENDENGAR &
MERASAKAN BEBANMU, AYAH.”
Dunia ini memiliki banyak ke ajaiban, segala ciptaan Tuhan yang
begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi ke indahan tangan Ayah…
With Love to All Father
No Comments »
Minggu kemarin, tim nasional indonesia yang diwakili mahasiswa di ntust,yang dikenal dengan sebutan team garuda ntust-isa berlaga dikejuaraan bergengsi ditaiwan, tepatnya dikampus ntu ( national taiwan university ). Sebenarnya acara ini adalah acara rutin yang diselenggarakan oleh ntu dan ini adalah soccer festival yang kedua, Tahun lalu kampus kami NTUST juga diwakili oleh teman2 dari garuda 1, yang tersingkir dibabak pertama…Dan pada kesempatan kali ini di soccer festival 2 ini kami telah bisa berbicara banyak..Dengan membeli pemain2 baru dan kombinasi permainan yang cukup cantik dan satu dua kali sentuhan, kami bisa menjadi juara grup dan masuk semifinal…
Pertandingan ini pesertanya adalah mahasiswa asing yang ada ditaiwan, tapi setiap universitas hanya boleh mengirimkan 1 wakilnya di turnamen ini…Lawan2 yang kami hadapai pun berasal dari berbagai negara, seperti itali, spanyol, kosta rika, amerika latin dan banyak yang dari afrika…secara fostur dan pisik kami jauh dari mereka..tetapi berkat keras dan semangat yang tinggi dil;apangan, kami juga bisa berbicara banyak dan sapai pada perebutan jura 3….tidak ada orang yang menduga bahwa kami akan bisa menjadi juar grup diturnamen ini..tapi bola itu bundar…jadi apapun bisa terjadi…dan yang pasti tim nasioanla ntust0isa berkat kerja keras dan semangat yang tingginya bisa memberikan yang terbaik bagi negara dan universitas…mudah2an tahun depan bisa menjadi lebih baik lagi…main…..selamat buat pahlawan dan duta2 bangsa….
1 Comment »

Kring..kring…jam alarm Hpku berbunyi..waktu sudah menunjukkan pukul 13.20 waktu taipe…aku bergegas pergi meninggalkan asrama untuk pergi ke NTU hospital, karena jam 13.30 aku udah janjian ama dokter untuk pencabutan gigiku yang paling belakang, Karena menurut dokter, terjadi kesalahan tumbuh sehingga mengakibatkan gigi yang lain menjadi rusak…Dengan perasaan tak menentu, akirnya sampai juga giliranku dipanggil masuk..saya dianjurkan datang diklinik sore hari katanya ada dokter spesialais cabut gigi yang bagus,,,Emang kebetulan dokter yang menanganiku usianya udah terbilang lanjut, tapi bahasa inggrisnya bagus banget..Setelah disuruh berbaring di “kursi pesakitan“, akirnya mulailah dokter mengotak atik gigiku…dengan perasaan takut dan rasa sakit..akirnya aku bilang kedokter kalo sakit saat dicongkel..he..he..kayaknya kayaknya nyongkel akar pohon aja dokter ini….sekitar 30 menitan lebih, akirnya dokter berhasil mencabut gigi dari sarangnya, rasane lego poolll..tapi setelah itu dimulut terasa asin karena banyak darah dan takut meludah…
Setelah selesai, aku bayar dikasir, habisnya murah banget sekitar 45 ribu rupiah aja, bayangkan kalo diindonesia, bisa sampe ratusan,,itupun sudah tremasuh biaya seluruhnya,,,Sebenarnya aku cabut gigi ini, kareena sudah diwanti-wanti ama nyonya, kalo karang giginya harus dibersihkan karena timbul banyak kuman..Pinginnya bersihkan karang, malah ama ditemukan banyak masalah am gigiku, sampe2 harus di cabut segala….tapi gak apa ..ini kan demi kebaikanku juga,,,makasih ya dinda untuk memotivasiku untuk menjaga dan merawat gigi…
Akirnya, karena aku tak kuasa menahan ludah yang semakin banyak , aku sms aja sama calon dokter gigi, yang kebetulan adalah calaon istriku juga ( Mudah2an dikabulkan ya dan kita berdua diberi jodoh…amien… ).akirnya setelah aku sms, dindaku telp dan menerangkan apa2 yang harus aku lakukan…MAKASIH BANYAK YA UDAH DIJELASIN, akirnya aku lega setelah boleh meludah..mungkin setiap 4 menit sekali aku meludah dan rata2 bercampur dengan darah..dan sorenya juga dia menerangkan lagi, disuruh minum air dingin, dikompores dengan air dingin…dan banyak deh….pokoke mantep iki dokternya..soalnya dokter pribadi…he..he…..dan alhamdulillah sekarang udah mendingan….dan sekali lagi makasih banyak buat DINDAKU TERSAYANG…
Saran saya..Gigi adalah salah satu anugerah dariNya..maka rawatlah ia sebaik2nya…
Berikut ini saya lampiorkan tips2 setelam mencabut gigi ;
Setelah cabut gigi (ekstraksi gigi) ada beberapa hal yang harus dilakukan pasien dirumah, diantaranya adalah :
-
Setelah kapas dibuang, kumurlah dengan air dingin (ada yang menganjurkan dengan air teh pahit, yang sangat pekat dan dingin). Kumurnya harus perlahan-lahan, dengan air ditahan di dalam mulut selama 2-3 menit. Bila gerakan kumur terlalu kuat, maka akan mengganggu proses pembekuan darah pada luka bekas cabut. Selama 24 jam setelah pencabutan jangan berkumur keras-keras.
-
Setelah 24 jam bila luka sudah benar-benar tidak berdarah lagi (sudah kering), maka kumurlah dengan air garam yang hangat. Ini untuk mempercepat penyembuhan luka. Lakukan secara teratur 2-3 kali sehari, misalkan setelah menggosok gigi atau setelah makan. Jaga kebersihan lubang bekas pencabutan.
2 Comments »

Menuju Cahaya…” Habis gelap terbitlah terang “
”Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa?? Agama Islam melarang ummatnya mendiskusikannya dengan umat agama lain. Lagi pula sebenarnya agamaku karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya? ?”
”Al-Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar membaca Al-Quran tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibacanya itu”
”Tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati, bukankah begitu Stella??” [Surat Kartini kepada Stella, 6 November 1899]
Cerminan kritis dan rasa ingin tahu yang tinggi dari seorang Kartini terlukis jelas dalam tulisan tersebut. Hingga suatu hari, takdir mempertemukan pada suatu pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat yang tidak lain adalah pamannya sendiri. Pengajian dibawakan oleh seorang ulama yang bernama Kyai Haji Mohammad Sholeh bin Umar ( atau dikenal Kyai Sholeh Darat) tentang Tafsir Al-Fatihah.
Terjadilah dialog antara Kartini dengan Kyai Sholeh Darat;
”Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya??” tanya Kartini.
Tertegun Kyai Sholeh Darat.
”Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian??”. Kyai Sholeh Darat balik bertanya.
”Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia??” balas Kartini.
Pertemuaan singkat inilah yang kemudian melahirkan jilid pertama Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran, yakni terjemahan Al-Quran dalam bahasa Jawa dari juz 1-13 karya Kyai Sholeh Darat, yang kemudian dihadiahkan pada pernikahan R.A. Kartini.
Mulailah Kartini belajar Islam dengan arti yang sesungguhnya, hingga pada suatu waktu Kartini begitu terkesan betul dengan ayat berikut;
”Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindung nya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” [2:257]
Kata-kata minazh zhulumaati ilan nuur ini sering diulang-ulangnya, dari gelap kepada cahaya. Bagi Kartini, terasa benar pengalaman pribadi tersebut, dari kegelisahan dan pemikiran tak berketentuan kepada pemikiran hidayah.
Dalam surat-suratnya kemudian, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat ”Dari Gelap Kepada Cahaya” ini. Istilah ini yang dalam Bahasa Belanda adalah ”Door Duisternis Tot Licht”, kemudian menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan oleh Armijn Pane menjadi ”Habis Gelap Terbitlah Terang”
Masa-masa berikutnya adalah di mana seorang Kartini mengalami transformasi spiritual yang luar biasa. Hingga mengubah pandangannya terhadap berbagai hal, misal setelah sekian lamanya bilau kagum terhadap masyarakat Eropa yang saat itu menurutnya lebih maju;
”Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakan ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban??” [Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902]
Dalam surat lain Kartini bertekad untuk memperbaiki citra Islam yang selalu dijadikan bulan-bulanan dan sasaran fitnah. Dengan bahasa halus Kartini menyatakan;
”Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai.” [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902]
”Kesusahan kami hanya dapat kami keluhkan kepada Allah, tidak ada yang dapat membantu kami dan hanya Dia-lah yang dapat menyembuhkan.” [Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 1 Agustus 1903]
”Menyandarkan diri kepada manusia, samalah halnya dengan mengikatkan diri kepada manusia. Jalan kepada Allah hanyalah satu. Siapa sesungguhnya yang mengabdi kepada Allah, tidak terikat kepada seorang manusia pun, ia sebenar-benarnya bebas” [Surat Kartini kepada Ny. Ovink, Oktober 1900]
Begitulah seorang Kartini, melalui dedikasi dan militansinya mengangkat derajat bangsa ini kepada sebenar-benarnya hidayah. Tidak sekedar tunduk kepada bangsa lain. Militansi memang tidak harus selalu berhubungan dengan militer atau senjata. Militansi juga termasuk sifat-sifat yang tercermin dari jiwa keprajuritan seorang Kartini; tidak mangkir dari tugasnya memahami Islam kemudian mendakwahkan, memperbaiki citra Islam dengan berbagai resiko, kesanggupan mengoreksi kezhaliman, dan banyak lagi. Akankah lahir Kartini – Kartini baru di negeri ini??
source : www.inhandlearning. com
1 Comment »
I am trying to write by using english…I know that my english not good enough, but it is important for me for improvement
I finished my presentation yesterday, These is my first time for me to make presentation with my proffesor and Co-advisor. Not only 2 proffesor came these lab meeting but also their students attended my presentation. I felt nervous before make presentation, Fortunetly, My Proffesors didn’t give me question which make me becoming down,,,They just gave me both an advising and a suggestion to improve me better for the next presentation…Starting Now, I must present my progress and report every twice weeks…I think, it is a good job for me….
First of all, my adviser gave me Miniemulsion as my topic research, But He changed my topic became CMP
It is new topic for my laboratory.. I work for this topic joining with phd student from other laboratory
WHAT IS CMP?
CMP stands for Chemical Mechanical Planarization or we can also call Chemical mechanical Polishing is technique used in semiconductor fabrication for planarizing the wafer or athers substrate, which combines chemical action with mechanical abrasion to achieve selective material removal through polishing, and CMP is process that can remove topograpy from silicon oxide, poly silicon and metal surfaces.
HOW DOES IT WORK?
CMP tools consist of a rotating platen that is covered by a pad, The retaining ring keeps the wafer in correct horizontal position, Platen, wafer carier and pad conditioner are rotating in the same direction, During CMP pressure is applied by down force an the carrier, The slurry is supllied from a bove an the platen. Reactive additive such as oxidizer, salt and ph buffer are used in the slurry formulation to selectively alter the chemical and physical properties of the first few atomic layers on the wafer surface.
No Comments »
Kita sebagai bangsa indonesia,mungkin sedikit sekali yang mengetahui dari mana asalnya nama negara kita ini, Untuk itu saya akan memposting darimana sih asal usul nama Indonesia, negeri kita yang kita cintai, yang katanya gemah ripah loh jinawi…he..he….tapi sayang hutangnya banyak…..Artikel ini saya ambil dari milist NTUST-ISA
PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalamcatatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai (KepulauanLaut Selatan).
Berbagai catatan kuno bangsa India menamaikepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan darikata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang).
Kisah Ramayana karya pujangga
Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri
Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu
Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.
Bangsa Arab menyebut tanah air kitaJaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalahbenzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab parapedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yangdahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampaihari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orangArab. Bahkan orang Indonesialuar Jawa sekalipun. “Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi(Sumatra, Sulawesi, Sunda, semuanyaJawa) ” kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.
Lalu tibalah zaman kedatangan orangEropa ke Asia. Bangsa-bangsa Eropa yangpertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia,India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cinasemuanya adalah “Hindia”.
Semenanjung Asia Selatan merekasebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “HindiaBelakang” . Sedangkan tanah air kita memperoleh nama “KepulauanHindia” (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau”Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies,Indes Orientales).
Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais). Ketika tanahair kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalahNederlandsch- Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukanJepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard DouwesDekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli,pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanahair kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia”(bahasa Latin insula berarti pulau). Tetapi rupanya nama Insulinde inikurang populer. Bagi orang Bandung, Insulindemungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.
Pada tahun 1920-an, ErnestFrancois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagaiDr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkansuatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “India”.Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelamberabad- abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskahkuno zaman Majapahit yang ditemukan di Balipada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes danditerbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.
Namun perlu dicatat bahwa
pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan
pengertian, nusantara zaman Majapahit.
Pada masa Majapahit Nusantara
digunakan untuk men yebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam
bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari
Jawadwipa (Pulau Jawa). Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari
Gajah Mada, “Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa”
(Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati
istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi
jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis.
Dengan mengambil kata Melayu
asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa
diantara dua benua dan dua samudra”, sehingga Jawa pun termasuk dalam
definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan
cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia
Belanda. Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk
menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke.
Tetapi nama resmi bangsa dan negarakita adalah Indonesia.Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagilidah Melayu ini muncul. Nama Indonesia Pada tahun 1847 di Singapura terbitsebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and EasternAsia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orangSkotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh.
Kemudian pada tahun 1849seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA. Dalam JIAEAVolume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the LeadingCharacterist ics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations.Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagipenduduk Kepulauan Hindia at au Kepulauan Melayu untuk memilikinama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan seringrancu dengan penyebutan Indiayang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesosdalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:… the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago wouldbecome respectively Indunesians or Malayunesians. Earl sendiri menyatakanmemilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (KepulauanHindia) , sebab Malayunesia sangat tepat untuk
ras Melayu, sedangkanIndunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa).Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruhkepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilahMalayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia. Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah airkita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang danmembingungkan.
Logan memungut nama Indunesia yang dibuangEarl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik.Maka lahirlah istilah Indonesia. Untuk pertama kalinya kata Indonesiamuncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr.Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it infavour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, whichis merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago.
Ketika mengusulkan nama
“Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama
itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat
keempat terbesar di muka bumi !
Sejak saat itu Logan secara
konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan
ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan
para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar
etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905)
menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel
sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara
ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880.
Buku Bastian inilah yang
memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda,
sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan
Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam
Encyclopedie van Nederlandsch- Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil
istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.
Putra ibu pertiwi yang mula-mula
menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki
Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau
mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. Makna
politis Pada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia” yang merupakan
istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh
tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama
Indonesia” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu
bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan!
Akibatnya pemerintah Belanda mulai
curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu. Pada tahun
1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels
Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan
mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan
nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische
Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra,
berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.
Bung Hatta menegaskan dalamtulisannya, “Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (detoekomstige vrije Indonesische staat) mustahildisebut “HindiaBelanda” . Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapatmenimbulkan kekeliruan dengan Indiayang asli. Bagi kami nama Indonesiamenyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkandan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untukmewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya. ”
Sementara itu, di tanah air Dr.Sutomo mendirikan Indonesische. Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu jugaPerserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia(PKI) . Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan NationaalIndonesisc he Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yangmula-mula menggunakan nama “Indonesia”.
Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanahair, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesiatanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda.
Pada bulan Agustus 1939 tiga
orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad
Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo,
mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama “Indonesia”
diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch- Indie”. Tetapi
Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah. Maka
kehendak Allahpun berlaku.
Dengan jatuhnya tanah air kitaketangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “HindiaBelanda” untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945,atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah Republik Indonesia.Dirgahayu Indonesiaku*
Penulis, Direktur Pendidikan
“Ganesha Operation”
No Comments »

Sehabus jumatan, kami kembali kekampus sekitar pukul 13.30 wt..dan setelah itu ada undangan dari pihak kantor dagang dan industri indonesia atau semacam kedutaan lah…dalam acara memperingati maulid nabi muhhamad SAW…kami berangkat bersama-sama dari NTUST pukul 14.30 dan sampe disana sekitar pukul 16.00..ya..lumayan jauh emang, maklum kita harus pindah bus 2x, Tetapi capek itu gak terasa ketika kita sampe disana, selain mendengarkan ceramah dari ketua MUI indonesia yang kebetulan hadir di taiwan, kita juga disediakan masakan indonesia grtais,,,ya citra rasa nusantara lah..ada sate padang, soto padang,gurami bumbu,cumi=cumi gado-gado, es buah, lumpia semarang, ketan, dan banyak lagi yang lainnya….pokoke mantep abis…..
Setelah sholat magrib kamipun pamitan pulang, dan sampe dirumah rasa capeknya ada lagi…tapi yang jelasa terimakasih buat Para pejabat KDEI yang telah mengundang kami,,,,jadi bisa merasakan selera nusantara nih…..
No Comments »
Setelah Indonesia culture exhibition 2 minggu lalu, ternyata vietnam juga mengadakan acara yang sama, kalo dari acara sih masih rame indonesia lah,,kita kan kaya akan budaya,,,dari sabang sampe merauke kalo mau ditampilkan bisa seharian tuh…kalo vietnam kemarin cuma 1 jam an..itupun banyak nyanyinya,…tapi acaranya sih lumayan rame, dan kebetulan roommate ku orang vietnam semua, jadi rasanya wajib hadir untuk menghormati…
Pas nyoba makanannya, rasanya ada yang mirip dengan masakan indo, kayak nasi jagung gitu, cuma payah gak ada lauknya, ada sih tapi babi, yo makan nasi tok ae wis…garingan….
Saya juga disruh nyobaain teman sekamar baju vietnam lo, sebelum berangkat, ya nyoba aja.mirip2 ama bajunya orang cina, kayaknya emang masih ada hubungan deh..
ya wis gitu ae lah,,,nanti bnulis lagi kalo ada waktu…
4 Comments »
|