Apr 04 2008

life in reviews

Published by mare at 2:09 pm under Uncategorized

Setiap ada acara adat di Bali ( dan yang ini bisa jadi sangat sering ) ada beberapa hal yang sering saya perhatikan , setiap orang bali yang saya temui hampir semuanya memiliki kesamaan sifat. Kami senang membicarakan tentang hal-hal kecil yang mungkin bukanlah hal-hal yang penting,
hal seperti ayam pak made Giri yang selalu menang, atau nomor togel yang keluar tadi malam ( khusus untuk hal ini bisa menjadi perdebatan panjang ) , tetapi yang paling sering adalah lelucon yang disampaikan pada saat istirahat setelah upacara adat . Menguasai lelucon dan cara penyampaiannya adalah sebuah seni dalam pergaulan di Bali, bila seseorang menguasai dengan baik orang-orang akan berkumpul di dekatnya.Sebagai contoh seorang paman saya yang walaupun sudah agak lanjut tetapi masih memiliki daya tarik di kalangan muda,

waktu itu setelah selesai upacara kami duduk dan dia mulai berkata dengan serius
“O ya sekarang ada bisnis yang sangat bagus lho ” ujarnya dengan wajah serius
Semua orang tahu ia pasti bercanda tetapi toh sedikit tawa tidak akan menyakitkan, dan seseorang pun menanggapi
” Bisinis apa sih ?, ”

” Bisnis melihara bekicot kuning, harganya mahal lho ! aku tahu ada restoran di Kuta yang mau membeli 2 juta untuk beberapa kilo saja ” ujarnya lagi
Dan beberapa orang yang malang mulai tertarik
” Susah ngga meliharanya ?, berapa harga bibitnya ?” tanya seorang teman
” Murah dan mudah , cukup punya lahan kebon pisang untuk tempat hidupnya ” katanya
Dan orang-orang semakin manggut-manggut membenarkan
” Tetapi ada syaratnya lho ! , restorannya ngga mau kalo bekicotnya dalam keadaan mati atau dibungkus plastik karena bau plastik susah hilangnya ”
“Kalau begitu dibungkus daun pisang khan bisa !”
“Itu juga ngga boleh ” jawabnya
“Lalu gimana membawanya ke restoran ?” tanya orang-orang yang mulai curiga
“Gini, bekicotnya harus benar-benar segar jadi bekicotnya harus datang berjalan sendiri ke restorannya ”

Semua orang tertawa, dan impian saya tentang ladang emas di kebon pisang kakek yang tidak terurus pun buyar seketika.

2 Responses to “life in reviews”

  1. riris nurbintariNo Gravataron 11 Apr 2008 at 9:48 pm

    he…he…you must be a writer! nice story

  2. mamaAryaNo Gravataron 04 Dec 2008 at 2:06 pm

    hehehhe…lucu habis ..Bravo-Bravo

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

mi blogs is using WP-Gravatar